5 Petinju Gurem Diprediksi Bersinar Tahun 2025, Ikuti Jejak Leon Spinks Kalahkan Muhammad Ali!

JAKARTA – Global tinju selalu menghadirkan cerita-cerita underdog yang mana menginspirasi. Dari Leon Spinks yang mengalahkan Muhammad Ali hingga Buster Douglas yang mengguncang dunia dengan kemenangan melawan Mike Tyson, momen-momen ini terus dikenang.
Tahun 2025 diprediksi akan menjadi tahun yang mana penuh kejutan baru, dengan beberapa petinju siap mencuri perhatian. Berikut lima nama yang tersebut patut diwaspadai:
1. Keyshawn Davis

Dijuluki “The Businessman,” Keyshawn Davis telah dilakukan mencuri perhatian pada 2024 dengan kemenangan spektakuler melawan Jose Pedraza juga Gustavo Lemos. Petinju tak terkalahkan ini akan menghadapi Denys Berinchyk pada 14 Februari 2025 di tempat Madison Square Garden. Jika berhasil meraih peringkat WBO, ia dipastikan akan menjadi ancaman penting bagi bintang besar seperti Gervonta Davis lalu Vasyl Lomachenko.
2. Jared Anderson

Meski mengalami kekalahan perdana dari Martin Bakole pada 2024, Jared Anderson masih menjadi salah satu harapan besar Amerika pada kelas berat. Dengan bimbingan dari promotor top Bob Arum, petinju ini berambisi bangkit dan juga membuktikan dirinya sebagai penerus Deontay Wilder.
3. Frank Martin

Petinju southpaw ini sempat merasakan pahitnya kekalahan pertama dari Gervonta Davis tahun lalu. Namun, di dalam usia 29 tahun, Martin masih miliki banyak waktu untuk bangkit. Pengalaman besar dari laga Pay-Per-View melawan “Tank” memberikan bekal berharga untuk mengejutkan dunia tahun ini.
4. Shakhram Giyasov

Petinju dengan syarat Uzbekistan ini mempunyai potensi besar untuk meraih penghargaan WBA kelas welter setelahnya menjadi penantang wajib. Dengan rekor tak terkalahkan (16-0), Giyasov pada masa kini semata-mata butuh satu kemenangan besar untuk mengukuhkan namanya di dalam jajaran elit tinju dunia.
5. Zhanibek Alimkhanuly

Sebagai juara kelas menengah yang mana telah memegang peringkat IBF, Zhanibek rutin dibandingkan dengan legenda Gennadiy Golovkin. Tahun 2025 menjadi waktu yang tersebut tepat baginya untuk membuktikan bahwa ia pantas menyandang predikat “Qazaq Style,” dengan target menjadi juara dunia tak terbantahkan.






