Moeldoko: Apkasido harus jadi jembatan dan juga perjuangkan petani sawit

DKI Jakarta – Ketua Dewan Pembina Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesi (Apkasindo) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko menekankan pentingnya peran Apkasindo sebagai jembatan antara beragam pihak terkait kelapa sawit, juga bersuara kritis di memperjuangkan kepentingan petani sawit.
Moeldoko secara resmi melantik serta mengukuhkan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Apkasindo periode 2024-2029 dalam Jakarta, Rabu.
Ia berharap Apkasindo dapat berperan sebagai jembatan yang mana menghubungkan kepentingan petani, akademisi, peneliti juga para pengembang.
"Sehingga selalu terjaga bagaimana perkembangan teknologi itu diikuti," ujarnya.
Selain itu, ia menyebutkan Apkasindo juga harus bermetamorfosis menjadi jembatan antara petani lalu pemerintah, menjamin kebijakan yang digunakan dibuat berpihak pada kesejahteraan petani.
Dalam kesempatan tersebut, Moeldoko juga menyoroti rendahnya produktivitas sawit petani Negara Indonesia dibandingkan Malaysia. Ia memohon Apkasindo untuk mengidentifikasi pendorong hambatan ini dan juga mencari solusi.
“Karena ini menyangkut kepentingan rakyat petani sawit Nusantara yang dimaksud jumlahnya kurang lebih tinggi 12 jt dari 25 provinsi,” kata dia.
Dia juga menegaskan komitmen pemerintah untuk memberikan kepastian hukum bagi petani sawit yang digunakan kebunnya berada pada kawasan hutan.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Apkasindo Gulat Manurung menyoroti kesulitan kesenjangan nilai jual tandan buah segar (TBS) antara petani swadaya lalu petani bermitra.
Gulat berharap pemerintahan baru dapat merevisi Peraturan Menteri Pertanian Nomor 01 Tahun 2018 tentang Pedoman Penetapan Harga Pembelian TBS Kelapa Sawit Produksi Pekebun, oleh sebab itu menurutnya aturan yang disebutkan belum mengakomodir hak-hak lalu keadilan bagi petani kecil mandiri atau swadaya.
Oleh lantaran itu, revisi yang disebutkan diperlukan untuk memberikan pemeliharaan yang digunakan lebih banyak komprehensif bagi petani sawit swadaya, khususnya terkait penetapan harga jual TBS.
"Kami sedih, padahal petani swadaya itu dari 16,3 jt hektare, 6,87 jt hektare itu petani sawit. Sedangkan, petani bermitra cuma 68 persen atau 410 ribu hektare," ujar Gulat.
Artikel ini disadur dari Moeldoko: Apkasido harus jadi jembatan dan perjuangkan petani sawit






