Bantai Myanmar 5-1, ahli timnas futsal Indonesia sangat puas

DKI Jakarta – Timnas futsal Indonesia menjadi juara Grup B ASEAN Futsal Championship 2024 atau Piala AFF Futsal 2024 dengan poin sempurna sembilan poin pasca membantai Myanmar dengan skor 5-1 di pertandingan terakhir fase penyisihan grup pada Nakhon Ratchasima, Thailand, Rabu.
Lima gol kemenangan Indonesia dicetak oleh Rio Pangestu (15'), Wendy Brian (22'), Samuel Eko (23'), Firman Adriansyah (31'), juga Romi Humandri (33').
Kemenangan gemilang ini menciptakan instruktur timnas futsal Indonesia Hector Souto merasa sangat puas dengan performa timnya walaupun di kesempatan yang digunakan sama, ia menyayangkan satu gol yang tersebut dicetak oleh Myanmar melalui gol bunuh diri kiper Muhammad Nizar.
"Kami sangat puas dengan hasil pertandingan ini, meskipun saya menyayangkan gol yang tersebut tercipta oleh Myanmar," kata Souto, melalui keterangan resmi yang digunakan diterima ANTARA di dalam Jakarta, Rabu.
"Itu lebih tinggi lantaran faktor keberuntungan, namun kami tetap memperlihatkan menjaga fokus serta tiada lengah. Secara keseluruhan, saya sangat puas dengan performa pemain hari ini. Mereka tampil disiplin, tidaklah ada yang dimaksud mendapat kartu, dan juga menunjukkan progress yang mana signifikan," tambah dia.
Kemenangan ini menghadirkan Indonesia lolos ke semifinal Piala AFF 2024 sama-sama Australia sebagai runner-up pasca merekan berpesta 9-2 menghadapi Kamboja pada hari yang tersebut sama.
Sebagai juara Grup B, Indonesia akan bertemu runner-up Grup A. Kompetisi semifinal akan dimainkan pada lusa, Hari Jumat (8/11).
"Dengan kemenangan ini, kami sekarang ini siap menatap putaran semifinal. Kami tak takut menghadapi siapapun. Timnas Indonesia akan terus maju, lalu saya yakin tidak ada ada yang mana sanggup menghentikan kami. Kami akan terus berjuang untuk meraih hasil terbaik," ujar Sauto dengan penuh keyakinan.
Sementara itu, pada kesempatan yang dimaksud sama, pencetak gol kedua Indonesia, Wendy Brian menyatakan hasil positif ini adalah buah dari kerja keras timnya yang dimaksud berlatih dengan keras selama tiga bulan.
"Semua kerja keras juga latihan selama 3 bulan akhirnya membuahkan hasil. Terima kasih untuk Tuhan menghadapi kesempatan ini, juga saya juga ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk warga Indonesia berhadapan dengan dukungannya," kata pemain selama Jayapura itu.






