Jaime Munguia di tempat Ujung Tanduk! Bertahan pada Kelas 76,2 Kg Atau Turun Kelas 72,5 Kg?

Karier Jaime Munguia di dalam ujung tanduk, bertahan di area kelas 76,2 kilogram atau turun ke kelas 72,5 kg? Pilihan sulit itu harus dihadapi Jaime Munguia mendekati duel ulang Bruno Surace yang dimaksud akan menjadi penentuan masa depan petinju Meksiko yang mana sempat bukan terkalahkan tersebut.
Jaime Munguia juga Bruno Surace akan bertemu pada sebuah pertandingan ulang dalam kelas menengah super sebagai pertandingan pendukung utama pada tanggal 3 Mei di dalam partai tambahan Saul Canelo Alvarez vs William Scull di tempat Riyadh, Arab Saudi. Salvador Rodriguez melaporkan bahwa Munguia (44-2, 35 KO) akan bertarung melawan Surace (26-0-2, 5 KO) yang tersebut belum terkalahkan setelahnya dipukul KO olehnya di enam ronde tahun lalu pada tanggal 14 Desember pada Tijuana, Meksiko.
Adalah sebuah langkah bodoh bagi Munguia, 28 tahun, untuk mengambil pertandingan ulang ini tanpa mempersiapkan diri terlebih dahulu untuk membantu memberi jarak antara apa yang mana dijalankan oleh petinju Prancis, Bruno Surace, terhadap dirinya dua bulan yang lalu. Itu akan menjadi pengalaman yang tersebut menghantui Munguia.
Jika masih ada sisa-sisa dari kekalahan KO itu, Jaime bukan akan bertahan lama sebelum ia kembali terkena KO. Pria ini sangat tak cocok bagi Munguia, yang mana mempunyai jarak tempuh yang mana sangat berjauhan di kariernya untuk menerima serangan yang akan diterima oleh Surace yang tersebut lebih banyak muda dan juga segar.
Sebanyak 46 laga yang tersebut dijalani Munguia di kariernya memberikan banyak hal di dirinya. Kita mengamati hal itu tidak ada belaka pada waktu menghadapi Surace, namun juga ketika Munguia bertarung melawan Canelo, Erik Bazhinyan, Sergiy Derevyanchenko, serta Gary O’Sullivan.
Surace, 26 tahun, memasuki laga bulan Desember lalu tanpa reputasi sebagai individu pemukul, namun anda dapat meninjau sejak ronde kedua bahwa ia sangat mematikan dengan pukulan kanannya yang mana seperti ular kobra. Munguia sempat menjatuhkannya pada ronde tersebut. Segera pasca aksi yang dimaksud terhenti, Surace menyerang Munguia dengan pukulan kanan yang tersebut dilontarkan secepat kilat, kemudian secara mengejutkan, petarung Meksiko itu masih berdiri.
Surace berlanjut menghantam Munguia dengan serangan yang digunakan serupa pada ronde ketiga, keempat juga kelima, sampai ia mencetak KO pada ronde keenam. Jika Munguia kembali terkena KO dari Surace, ia harus berpikir untuk pensiun sebab hal ini akan menjadi lebih tinggi buruk baginya.
Turun kembali ke kelas 72,5 kg mungkin saja dapat menjadi pilihan bagi Munguia untuk menyelamatkan kariernya, namun bahkan pada divisi tersebut, terdapat beberapa petarung pembunuh, seperti Janibek Alimkhanuly juga Hamzah Sheeraz, yang digunakan akan menyelesaikan apa yang dimaksud dimulai oleh Surace.
Munguia nampak sangat terpukul ketika ini di kariernya. Masalahnya adalah, beliau tiada pernah bagus, pada awalnya, kemudian lebih tinggi merupakan pekerjaan yang digunakan dilindungi, suatu keyakinan yang tersebut diciptakan semata-mata untuk mendapatkan uang tunai besar melawan Canelo. Sekarang ia telah dilakukan memenuhi takdirnya, beliau adalah cangkang yang sudah ada tiada terpakai, seperti laba-laba yang mana bertelur kemudian mati.






