Stellantis Siap Tiru China untuk Hindari Perang Harga Mobil Listrik

LONDON – Stellantis ingin mengadopsi pemikiran berbiaya rendah dari produsen kendaraan listrik China meskipun ketua eksekutif Carlos Tavares mengkritiknya sebagai anti-kompetitif.
Seperti dilansir dari Autopro, keempat negara dunia harus mengatasi hambatan perdagangan di tempat kedua sisi Atlantik jikalau ingin berhasil.
Tavares menyampaikan tarif yang dimaksud sebagai sebuah “jebakan”, dengan alasan bahwa tarif yang dimaksud akan merugikan produsen mobil lama dengan melindungi mereka dari kenyataan bahwa saingannya, China, memproduksi sekitar sepertiga kendaraan listriknya.
Cara terbaik untuk berkompetisi adalah dengan “mencoba menjadi orang China,” kata Tavares pada konferensi Sumber Berita Reuters Events di area Munich pada bulan Mei.
Keyakinan yang disebutkan mengupayakan Stellantis untuk membeli 21 persen saham pembuat kendaraan listrik dengan syarat China, Leapmotor, pada bulan Oktober lalu, sehingga menciptakan bidang usaha patungan yang dimaksud memberikan Stellantis akses terhadap teknologi Leapmotor lalu hak eksklusif untuk memproduksi kendaraan listriknya dalam luar China.
Tantangan yang mana dihadapi Stellantis di tempat UE dan juga AS. Hal ini tidaklah berbeda dengan tantangan yang dihadapi semua produsen mobil pada waktu mereka itu mencoba bersaing dengan China secara global.
Namun, Stellantis serta beberapa perusahaan lainnya sudah pernah mengambil langkah lebih tinggi jauh, menciptakan kemitraan dengan produsen mobil China agar tetap memperlihatkan kompetitif.
Stellantis menyebabkan Leapmotor EV di area pabrik Tychy dalam Polandia dengan model dari merek terkenal Fiat, Jeep, serta Alfa Romeo.
Tavares mengungkapkan Stellantis bisa jadi menimbulkan Leapmotor EV di area Amerika Utara.






