Optimalkan Kemandirian Ponpes, Kemenag Akan Pendirian Economy Hub Pesantren

JAKARTA – Kementerian Agama ( Kemenag ) tahun ini akan menginisiasi pembentukan Economy Hub Pesantren sebagai bagian dari Rencana Kemandirian Pesantren. Melalui pangkalan kegiatan ekonomi yang dimaksud dibentuk, maka akan terjadi perputaran dunia usaha dalam internal pondok pesantren.
Direktur Pendidikan Diniyah juga Pondok Pesantren pada Kementerian Agama (Kemenag), Basnang Said menjelaskan, Economy Hub Pesantren merupakan pangkalan perekonomian dari serta oleh pesantren. Apa pun permintaan pesantren dapat dipenuhi oleh pesantren lain.
“Pada tahun ini, kita akan kita lahirkan Economy Hub Pesantren, pangkalan ekonomi, apa pun yang mana dicari dari lalu oleh pesantren. Jadi tak ke mana-mana. Ketika sebuah pondok mau membeli beras, tiada mengambil dari yang lain tapi mengambil dari ekosistem yang digunakan ada di tempat pada pesantren,” kata Basnang di dalam sela Religion Festival sekaligus Kick-off Hari Santri 2024 dilakukan di dalam JIExpo Kemayoran, Ibukota Pusat, Rabu (9/10/2024) malam.
Saat ini ribuan pondok sudah memiliki unit bidang usaha yang mana berbeda-beda. Bahkan, 432 pondok di area antaranya sudah miliki Badan Usaha Milik Pesantren (BUMP). BUMP bergerak di sejumlah bidang usaha, mulai dari sektor pengolahan, jasa, informasi dan juga komunikasi, perdagangan, persewaan, katering, pertanian, perikanan, hiburan, digital, percetakan, warung klontong, laundry, suvenir, konveksi, hingga air minum. Economy Hub Pesantren akan menghubungkan pesantren satu dengan lainnya di memenuhi kebutuhan.
“Kebutuhan lele bukan diambil dari tempat yang dimaksud tidak pondok, sehingga perputaran kegiatan ekonomi terjadi di tempat pada pondok pesantren. Beras diambil dari pondok mana, air minum diambil dari pondok mana, sehingga perputaran dunia usaha terjadi di area internal pondok pesantren, kata Basnang.
Terpisah, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, sejak awal masuk kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi)-Wakil Presiden Ma’ruf Amin, ia berupaya mewujudkan pesantren yang memiliki sumberdaya sektor ekonomi kuat dan juga berkelanjutan sehingga dapat menjalankan fungsi pendidikan, dakwah, lalu pemberdayaan publik dengan optimal. Karena itu, Kemenag sejak 2021 menggulirkan inisiatif Kemandirian Pesantren yang mana hingga ketika ini sudah ada ada 3.576 pesantren yang dimaksud menjadi penerima manfaatnya.
“Kemandirian Pesantren adalah bagian dari afirmasi negara untuk pesantren yang digunakan telah terjadi berkontribusi sejak perjuangan hingga pengerjaan bangsa,” kata Menag Yaqut ketika memberikan sambutan pada Wrap Up Diskusi yang tersebut menjadi rangkaian dari Religion Festival pada Jakarta, Rabu (9/10/2024) malam.
Ke depan, Kemenag akan terus mencoba memfasilitasi pesantren kontestan Inisiatif Kemandirian dengan beberapa jumlah pihak. Dengan Kemenko PMK, Kementerian Agama akan memfasilitasi pesantren pada perluasan akses bursa kemudian permodalan. Sinergi juga akan dijalin dengan Komite Nasional Perekonomian serta Keuangan Syariah, pada pembentukan layanan keuangan syariah juga kegiatan Baitul Mal wat Tamwil.






