Patogen Misterius yang dimaksud Dikaitkan dengan Kutukan Mumi Terkuak

LONDON – Penemuan peti mati berusia 3.000 tahun lebih banyak mengungkap wajah dewa Matahari Ra-Horakhty yang tersebut tersembunyi di dalam bawah lapisan cat disebut mendatangkan kutukan yang sangat mematikan.
Seperti dilansir dari Dailystar, Peti tertutup ini pasca diteliti, dikaitkan dengan kutukan mumi yang dimaksud tak belaka ada pada mumi dewa Amun-Ra, mitos perihal kutukan mumi kemudian infeksi kemungkinan patogen kuno juga menyeruak.
Menurut makalah diterbitkan pada 1996 kemudian 1998 pada jurnal Proceedings dari Royal Society B: Biology Science, para ilmuwan menggunakan pemodelan matematika untuk menentukan berapa lama patogen dapat bertahan hidup di tempat di makam.
“Memang, kematian misterius Lord Carnarvon setelahnya memasuki makam firaun Mesir Tutankhamun berpotensi dijelaskan oleh infeksi patogen yang mana sangat mematikan kemudian berumur sangat panjang,” tulis Sylvain Gandon di artikel jurnal pada 1998.
Gandon adalah seseorang peneliti di area Pierre and Marie Curie University pada Paris ketika makalah itu diterbitkan.
Tim peneliti pada makalah diterbitkan pada 2013 di area di tempat jurnal International Biodeterioration & Biodegradation memperkirakan bintik-bintik coklat dalam makam Tutankhamun terbentuk akibat organisme yang tersebut tak aktif.
Selain itu, sebuah penelitian yang tersebut diterbitkan oleh pribadi profesor epidemiologi juga penyembuhan pencegahan di area Monash University-Australia, Mark Nelson, tiada menemukan bukti para penjelajah yang digunakan masuk ke pada makam itu meninggal pada usia yang dimaksud sangat muda.
Studi Nelson memeriksa catatan 25 orang yang bekerja atau masuk ke makam Firaun itu tak lama setelahnya ditemukan. Rata-rata, orang-orang yang tersebut masuk ke pada makam itu hidup sampai usia 70 tahun.
“Studi ini menemukan bukan ada bukti yang mana menggalang keberadaan kutukan mumi,” tulis Nelson di makalah tahun 2002 yang tersebut diterbitkan di area British Medical Journal.






