Nasional

Raffi Ahmad Sudah Lapor LHKPN, KPK Lakukan Verifikasi

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan Utusan Khusus Presiden Sektor Pembinaan Generasi Pemuda serta Pekerja Seni Raffi Ahmad telah menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara ( LHKPN ). KPK sedang memverifikasi LHKPN tersebut.

“Saudara Raffi Ahmad sudah ada melaporkan LHKPN-nya,” kata Anggota Juru Bicara KPK Budi Prasetyo ketika dihubungi wartawan,Rabu (8/1/2025).

Budi menjelaskan, pihaknya pada waktu ini sedang memverifikasi LHKPN yang disampaikan suami Nagita Slavina tersebut. “Verifikasi untuk menjamin aset-asetnya sudah ada dimasukkan pada laporan,” ujar Budi.

Setelah LHKPN diverifikasi juga dinyatakan lengkap, penduduk bisa jadi mengaksesnya melalui laman elhkpn.kpk.go.id.

Pada November 2024, Raffi Ahmad berjanji melaporkan harta kekayaannya sesuai ketentuan yang tersebut berlaku bagi pejabat umum setelahnya resmi dilantik sebagai Utusan Khusus Presiden Sektor Pembinaan Generasi Muda kemudian Pekerja Seni. “Lagi proses (LHKPN),” kata Raffi di tempat kawasan Wijaya, Kebayoran Baru, Ibukota Indonesia Selatan, Kamis (14/11/2024).

Raffi menegaskan komitmennya terhadap transparansi sebagai pejabat negara. Namun, pada waktu ditanya lebih lanjut lanjut mengenai kapan laporan itu akan selesai, Raffi tak memberikan jawaban pasti. “Pasti, pasti (akan lapor),” jelasnya.

34 Pejabat Belum Melaporkan LHKPN

KPK mengungkapkan, masih ada 34 pejabat Kabinet Merah Putih belum menyampaikan LHKPN. Jumlah yang dimaksud berdasarkan data per Selasa (7/1/2025).

“Dari data per hari ini, Selasa (7/1), update pelaporan LHKPN Kabinet Merah Putih, tercatat sebagian 90 dari total 124 Wajib Lapor telah terjadi menyampaikan LHKPN-nya atau sudah pernah mencapai sekitar 72 persen,” kata Anggota Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo melalui keterangan tertulisnya, Selasa (7/1/2025).

Budi merincikan, 44 dari 52 Menteri/Kepala Lembaga Setingkat Menteri telah lama menyampaikan LHKPN. Kemudian, 38 dari 57 Wakil Menteri/Wakil Kepala Lembaga Setingkat Menteri sudah menyampaikan laporan harta kekayaannya. “Dari 15 Utusan Khusus/Penasihat Khusus/Staf Khusus, beberapa 8 orang sudah pernah lapor LHKPN-nya,” ujarnya.

Related Articles

Back to top button