Nasional

Rampai Nusantara Sebut Polisi Kini Sudah Sangat Profesional

JAKARTA – Ketua Umum Rampai Nusantara Mardiansyah Semar menilai kepolisian pada waktu ini telah sangat profesional pada menjalankan tugasnya sesuai amanat perundang-undangan.

Hal yang dimaksud sekaligus sangkalan Koordinator Badan Pekerja Komisi Untuk Orang Hilang juga Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Dimas Bagus Arya yang digunakan menyatakan kepolisian ketika ini telah sangat jauh dari cita-cita polisi yang dimaksud profesional.

“Polri hari ini telah sangat profesional di menjalankan tugas lalu fungsinya. Sejak era reformasi kepolisian terus menuju ke arah lebih tinggi baik sesuai yang mana diharapkan masyarakat,” kata Semar.

Jika masih ada yang dimaksud mengawasi kepolisian tidaklah profesional merupakan pihak yang digunakan selama ini tidak ada mengamati kerja-kerja polri secara utuh kemudian objektif.

“Pemilu serta Pemilihan Kepala Daerah Serentak pertama pada sejarah berjalan dengan aman, tertib tanpa ada ketegangan berarti di tempat warga merupakan kerja-kerja Polri yang mana mengedepankan asas profesionalitas pada melakukan pendekatan ke masyarakat. Kasus terjadi merupakan keniscayaan yang digunakan tak dapat dihindari namun yang harus dilihat selalu dapat diselesaikan dengan cepat lalu baik tanpa pandang bulu bahkan berbagai anggota Polri yang tersebut PTDH akibat melakukan kesalahan. Hal ini salah satu bukti bahwa Polri tegas juga profesional di bertindak,” ungkapnya.

Dia juga membeberkan kepuasan publik terhadap kepolisian yang digunakan setiap tahunnya semakin tinggi menjadi bukti lain apabila Polri telah dilakukan menjalankan fungsinya dengan baik.

“Kepercayaan masyarakat terhadap Polri setiap tahunnya meningkat itu telah mampu menjadi bukti Polri semakin hari semakin baik pada menjalankan tugas di dalam lapangan, itu bukan terbantahkan lantaran publik segera yang tersebut memberikan nilai. Kritik boleh cuma tapi harus juga berani mengakui prestasi Polri pada waktu ini yang digunakan mestinya diapresiasi,” ujar Semar.

Related Articles

Back to top button