Nasional

IPW Sebut Anak Bos Prodia Jadi Sapi Perah Oknum Polisi juga Pengacara

JAKARTA – Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso menilai pemerasan yang dijalankan oknum polisi terhadap anak bos Prodia , Arif Nugroho, terdakwa pembunuhan kemudian pemerkosaan, bukan lepas dari peran pengacaranya, Evelin Dohar Hutagalung. Evelin merupakan kuasa hukum Arif Nugroho, kemudian diduga menjadi pengatur utama di proses pemerasan kliennya tersebut.

Menurut Sugeng, telah sepatutnya organisasi advokat juga bersuara ketika anggotanya terlibat pada sebuah pelanggaran hukum. Terlebih, kata dia, Evelin seolah-olah jual nama polisi untuk menjalankan niat jahatnya.

“Kalau saya liat bukanlah belaka polisi (menjadikan Arif sebagai sapi perah), oknum pengacara juga memanfaatkan perkara ini untuk keuntungan pribadinya,” kata Sugeng pada kegiatan Rakyat Bersuara iNews, Selasa (4/2/2025).

“Karena informasi yang digunakan kami dapat nilainya ga sampai Rp1 miliar untuk polisi, sementara yang tersebut pergi dari Rp17 miliar, lima kegiatan yang tersebut tadi saya bilang jumlahnya Rp4,1 miliar itu masuk ke account mantan pengacaranya,” sambungnya.

Sugeng menilai, Evelin menjadi pintu masuk pemerasan oleh oknum polisi terhadap kliennya. Karena, kata dia, mereka tergiur ketika meninjau nominal uang yang diterima.

“Penjualan mobil (tersangka) juga masuk ke akun Evelin, padahal kliennya AN tidak ada setuju masuk ke account Evelin, jadi praktik advokat model ini menjadi pintu awal yang menyebabkan polisi tergoda, ini harus ditindak,” katanya.

“Kita kerap mengkritisi penegak hukum lain, tetapi advokat jarang mengumumkan secara terbuka adanya dugaan pelanggaran anggotanya,” sambungnya.

Sugeng pun mengapresiasi langkah kuasa hukum Arif yang digunakan baru, yang dimaksud telah dilakukan melaporkan Evelin ke Polda Metro Jaya, guna menyelidiki peran advokat pada perkara pemerasan terhadap dituduh pembunuhan.

“Ini harus ditindak, nah bagus Kuasa Hukum yang mana baru melaporkan di dalam Polda, ini pintu untuk menyelidiki peran advokatnya yang dimaksud menurut saya mengambil uang lebih lanjut banyak, mengedarkan nama polisi,” katanya.

Related Articles

Back to top button