Nasional

Apakah tanah Israel Akan Lenyap di dalam 2026?

GAZA – Ramalam bahwa tanah Israel akan lenyap dari muka bumi pada 2026 justru muncul dari politikus Zionis, Avigdor Lieberman. Itu dikarenakan negeri Israel terus menebar konflik sehingga memicu permusuhan lalu kebencian terhadap bangsa Yahudi.

Selalu berkhianat serta tidaklah dapat dipercaya juga melekat pada identitas negara Israel pada diplomasi dengan berbagai negara. Sebagai negara penindas bangsa Palestina, negara Israel mendapatkan banyak kutukan dari banyak negara.

Apakah tanah Israel Akan Lenyap pada 2026?

1. Netanyahu Memimpin negara Israel Menuju Kehancuran

Pemimpin partai Yisrael Beiteinu Avigdor Lieberman mengklaim bahwa jikalau koalisi yang tersebut berkuasa ketika ini lalu Knesset berlanjut hingga 2026, negara Israel bukan akan ada.

Leiberman mengecam manajemen pemerintah pada waktu ini berhadapan dengan peperangan di area Jalur Kawasan Gaza serta kegagalannya untuk menghindari serangan pada 7 Oktober.

Dalam sebuah wawancara yang digunakan diterbitkan oleh Maariv, Lieberman menyatakan bahwa Pertama Menteri Benjamin Netanyahu menjadi pemimpin negeri Israel menuju kehancuran, seraya menambahkan bahwa satu-satunya tujuan Netanyahu adalah untuk tetap memperlihatkan berkuasa selama mungkin.

2. negara Israel Menghadapi Berbagai Krisis

Lieberman juga menyatakan bahwa negara Israel menghadapi ancaman eksistensial serta krisis politik, ekonomi, serta keamanan multidimensi yang dimaksud paling signifikan sejak berdirinya negara itu.

Lieberman menganggap Netanyahu sebagai pihak yang dimaksud paling bertanggung jawab melawan serangan 7 Oktober itu. Ia menuduhnya telah lama memberi kelompok Hamas sarana kekuatan dengan membebaskan para pemimpinnya, termasuk mendiang pendirinya, Sheikh Ahmed Yassin, pimpinannya ketika ini di tempat Jalur Gaza, Yahya Sinwar, lalu lebih lanjut dari seribu anggotanya di kesepakatan pertukaran sebelumnya, serta mengizinkan uang masuk ke kelompok itu.

Menurut pemimpin Yisrael Beiteinu itu, serangan 7 Oktober itu dapat dicegah apabila pejabat pemerintah pada waktu ini berpikir “di luar kotak”.

Lieberman sebelumnya meminta-minta pemerintah Netanyahu untuk mundur kemudian menyatakan bahwa menyingkirkan Netanyahu akan menjadi hadiah bagi orang Israel.

3. negeri Israel Tidak Punya Masa Depan

Perang sadis tanah Israel pada Gaza, puncak dari rangkaian kebijakan kriminal yang tersebut panjang, kemungkinan besar terbukti bunuh diri di jangka panjang kemudian menyebabkan kehancuran “Negara Yahudi” yang perkasa.

Memang, pembunuhan skala sektor yang mana disengaja oleh negara Israel terhadap rakyat Palestina dengan dalih “pertahanan diri” bukan akan meningkatkan keamanannya atau mengamankan masa depannya.

“Sebaliknya, hal itu akan memunculkan ketidakamanan lalu ketidakstabilan yang tambahan besar, semakin mengisolasi tanah Israel kemudian merusak peluangnya untuk bertahan hidup di jangka panjang di area wilayah yang digunakan sebagian besar bermusuhan,” kata analis kebijakan pemerintah Marwan Bishara, dilansir Al Jazeera.

4. Memiliki Watak Kolonial

Untuk sementara waktu di dalam awal tahun 1990-an, tampaknya tanah Israel mengubah arah menuju suatu bentuk kenormalan, meskipun bergantung pada Amerika Serikat. negara Israel melibatkan Palestina lalu negara-negara Arab di area wilayah yang disebutkan di “proses perdamaian” yang tersebut menjanjikan keberadaan sama-sama di tempat bawah naungan Amerika yang menguntungkan.

“Namun, sifat kolonial negara Israel mendominasi perilakunya pada setiap kesempatan. negeri Israel menyia-nyiakan berbagai kesempatan untuk mengakhiri pendudukannya serta hidup damai dengan negara-negara tetangganya,” papar Bishara.

Mengutip sindiran diplomat negara Israel Abba Eban yang tersebut terkenal, negara Israel “tidak pernah melewatkan kesempatan untuk melewatkan kesempatan”.

Alih-alih mengakhiri pendudukannya, negara Israel justru menggandakan proyek kolonisasinya di area wilayah Palestina yang dimaksud diduduki. tanah Israel telah lama melipatgandakan jumlah agregat pemukiman lalu pemukim ilegal Yahudi pada tanah Palestina yang mana dicuri serta menghubungkannya melalui jalan pintas khusus juga proyek perencanaan lainnya, sehingga menciptakan sistem ganda, sistem yang mana superior juga mendominasi bagi orang Yahudi dan juga sistem yang dimaksud inferior bagi orang Palestina.

Related Articles

Back to top button