Bisnis

Indonesia-India Sepakati Penyelesaian Isu Teknis untuk Dorong Perdagangan

JAKARTA – Menteri Koordinator Area Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan rapat bilateral dengan beberapa pihak terkait dalam India di rangka mengeksplorasi berbagai upaya penyelesaian isu-isu, permasalahan lalu kendala teknis, khususnya yang tersebut terkait dengan perdagangan, industri, serta investasi.

Hal yang dimaksud Airlangga lakukan dengan memanfaatkan acara Kunjungan Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke India pada rangka mengunjungi acara Peringatan Hari Republik ke-76 India di area New Delhi, India, Hari Sabtu (25/1/2025).

Di sela-sela acara Meeting of India-Indonesia CEOs Diskusi yang tersebut diselenggarakan oleh KADIN Indonesia, Menko Airlangga melanjutkan acara dengan melakukan pertemuan bilateral secara khusus dengan Menteri Perdagangan kemudian Industri India Shri Piyush Goyal. Keduanya telah lama kerap melakukan pertemuan untuk mendiskusikan berbagai upaya kerja mirip kegiatan ekonomi lalu perdagangan antarnegara di dalam berbagai forum kerja identik internasional, baik pada Diskusi G20, ASEAN-India, dan juga IPEF. Menko Airlangga menyampaikan bahwa dari pertemuan bilateral yang disebutkan telah lama disepakati untuk segera menyelesaikan isu serta permasalahan teknis perdagangan Indonesia dengan India.

“Kita telah terjadi menyepakati dengan India, akan menugaskan pasukan teknis untuk mendiskusikan semua isu serta permasalahan di area tingkat teknis, kemudian akan melakukan konferensi bilateral kembali pada pertengahan Februari 2025 di dalam New Delhi. Diharapkan langkah konkret ini akan mampu menggalakkan ekspor Indonesia lalu meningkatkan perdagangan Indonesia dengan India,” ungkap Menko Airlangga pada keterangan tertulisnya, Mingguan (26/1/2025).

Pada pertemuan bilateral tersebut, kedua menteri juga mengeksplorasi berbagai isu strategis, khususnya di tempat bidang perdagangan juga investasi. Pembahasan awal mengenai neraca perdagangan Indonesia dan juga India yang surplus cukup besar untuk Indonesia, lalu berbagai upaya untuk meningkatkan perdagangan Indonesia serta India yang tersebut telah mencapai hampir USD27 miliar pada tahun 2023, dengan tren peningkatan 20,54 persen (2019-2023).

Pembahasan juga mencakup berbagai isu teknis yang dimaksud berkaitan dengan berbagai kendala perdagangan (perizinan, kuota, pembatasan non-tarif, prosedur kepabeanan dll), juga isu lain yang terkait dengan ekspor sawit lalu batubara Indonesia ke India. Selain itu, pembahasan juga dilaksanakan terkait isu pengenaan safeguard kuantitas impor melalui pembatasan kuota untuk Low Ash Metallurgical Coke dari Indonesia dan juga isu teknis untuk perdagangan beberapa komoditas lainnya.

Kedua Menteri juga setuju untuk menugaskan regu teknis dari kedua negara guna melakukan pembahasan teknis secara komprehensif menghadapi berbagai isu serta permasalahan teknis perdagangan. Pada bulan Februari 2025 mendatang akan dilaksanakan rapat kembali guna menyepakati lalu menyelesaikan berbagai isu kemudian permasalahan tersebut, agar mampu mewujudkan harapan Presiden Indonesia dan juga PM India, di mengupayakan peningkatan perdagangan Indonesia dan juga India.

Turut hadir mendampingi pada pertemuan bilateral yang disebutkan diantaranya yakni Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie, serta Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso.

Related Articles

Back to top button