KBRI tinjau proses repatriasi WNI bermasalah pada Kamboja

DKI Jakarta – Kedutaan Besar Republik Nusantara (KBRI) Phnom Penh mengunjungi Pusat Detensi Polisi pada Daerah Perkotaan Sihanoukville ke Provinsi Preah Sihanouk, Kamboja, guna meninjau perkembangan penanganan tindakan hukum 21 WNI bermasalah yang menjalani rute repatriasi/deportasi dari negara tersebut.
Melalui siaran pers di Jakarta, Sabtu, KBRI Phnom Penh menyatakan senantiasa menghormati langkah-langkah hukum otoritas Kamboja pada penanganan persoalan hukum warga asing yang tersebut bermasalah.
Namun demikian, pihaknya berharap agar hak-hak dasar WNI terus-menerus dilindungi kemudian tahapan kepulangannya oleh otoritas Kamboja, diantaranya Kepolisian lalu Imigrasi, dapat dipercepat.
Dalam pertandingan dengan Kepala Pusat Detensi Polisi Sihanoukville, KBRI juga menegaskan kembali komitmennya untuk melakukan konfirmasi proteksi hak-hak WNI dan juga menyokong percepatan rute pemulangan ke Indonesia.
Sebelumnya semua 21 WNI itu diamankan Kepolisian Kamboja berdasarkan laporan dari KBRI Phnom Penh dan juga sebagian "perusahaan" yang tersebut terindikasi melakukan aktivitas ilegal pembohongan online ke wilayah Provinsi Preah Sihanouk.
Selama kunjungan, perwakilan KBRI meninjau secara langsung situasi para WNI yang tersebut ditahan, yang semuanya di keadaan sehat walafiat dan juga aman.
KBRI turut menyerukan bantuan logistik terhadap para WNI sebagai bentuk perhatikan dan juga dukungan selama mengawaitu langkah-langkah administrasi kepulangan.
Selain itu, KBRI Phnom Penh juga mengunjungi Shelter Ministry of Social Affairs, Veterans and Youth Rehabilitation (MSVY) Sihanoukville untuk menemui salah satu WNI rentan, yang tersebut mengalami gangguan mental kejiwaan, berhadapan dengan nama AW yang tersebut berasal Sulawesi Utara.
Kasus AW dilaporkan oleh Kepolisian dan juga MSVY Kamboja ke KBRI Phnom Penh pada 25 April serta sempat bermetamorfosis menjadi perhatian masyarakat ke tanah air dalam beraneka jaringan media sosial.
Setelah melakukan konfirmasi keadaan psikologis AW yang digunakan relatif stabil juga dijalankan serah terima, AW dengan segera dievakuasi ke Phnom Penh untuk menjalani pemeriksaan medis sebagai bagian dari tahapan pra-repatriasi, menurut pernyataan tersebut.
KBRI Phnom Penh selanjutnya akan mengatur lalu mendampingi rute pemulangan AW ke Indonesia.
KBRI Phnom Penh mengemukakan akan terus memberikan pendampingan penuh untuk para WNI yang digunakan bermasalah di berubah-ubah wilayah Kamboja agar serangkaian repatriasi merek dapat berjalan dengan cepat, aman kemudian sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Artikel ini disadur dari KBRI tinjau proses repatriasi WNI bermasalah di Kamboja






