Danantara Kelola Aset BUMN Rp14.513 Triliun, Ekonom:Belum Cukup Bikin Sektor Bisnis Tumbuh 8%

JAKARTA – Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai asset under management (AUM) senilai USD900 miliar yang tersebut dikelola Badan Pengelola Penanaman Modal Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara belum cukup bikin perekonomian berkembang 8%.
Ekonom Indef, Tauhid Ahmad mengatakan, asset under management bersifat idle aset atau aset yang digunakan telah ada sebelumnya, namun belum digunakan secara maksimal alias nganggur. AUM sebesar USD900 miliar atau setara Rp14.513 triliun (dengan kurs Rp16.125 per USD) berasal dari aset konsolidasi Badan Usaha Milik Negara ( BUMN ). Artinya nilai aset ini sudah ada ada lalu harus dikelola oleh BPI Danantara.
“Sorry ini idle, jadi orang salah tanggap. Idle itu, artinya nanti yang mana bisa jadi menggerakkan dunia usaha bukanlah yang idle ini,” ujar Tauhid terhadap MNC Portal, Selasa (25/2/2025).
Adapun, faktor yang mana bisa saja menggerakan perekonomian berasal dari hasil investasi. Artinya nilai AUM yang digunakan BPI Danantara sebagiannya harus dialokasikan untuk pembangunan ekonomi agar dapat menstimulasi makro ekonomi.
“Tapi deltanya, deltanya berapa sih? Deltanya nggak sebesar yang dimaksud idle asset dimiliki, idle ini sudah ada dihitung cara ekonomi,” paparnya.
Bahkan, pembangunan ekonomi cuma tak cukup menyebabkan kegiatan ekonomi Tanah Air berkembang 8% per tahun. Tauhid mengatakan, perlu daya dorong lainnya yang tersebut sanggup mengerek naik konsumsi di area level 7-8%.
“Konsumsi harus ditingkatkan sampai 7-8 persen, nah pembangunan ekonomi yang lanjutnya 6 persen berarti (naik) sampai 8 persen. Jadi kalau penanaman modal toh, tapi konsumsi nggak didorong tetap saja aja kurang, begitu ya,” beber dia.
Sebelumnya, Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Perkasa Roeslani menjelaskan, dari nilai AUM itu, USD20 miliar akan segera digunakan untuk pembangunan ekonomi di area beberapa proyek strategis.
“Mungkin perlu saya luruskan ya, ini dari total aset dari BUMN yang dimaksud masuk ke pada Danantara ini total asetnya adalah USD900 miliar serta memang benar tadi ungkapkan Dolar Amerika 20 miliar itu adalah untuk melakukan pembangunan ekonomi yang dimaksud nanti akan dikelola bersama-sama,” ucap Rosan ketika ditemui pada Istana Merdeka, Jakarta.






